JAPANESE CLUB – Nihongo no Kuraabu

Japanese atau yang disebut dengan Nihongo no Kuraabu adalah salah satu ekstrakurikuler yang bergerak di bidang budaya. Ekstrakurikuler ini menawarkan berbagai pembelajaran untuk anggotanya mulai dari bahasa, budaya serta hal-hal positif tentang Jepang yang dapat dipelajari untuk diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

 

Ekstrakurikuler Japanese Club (JC) / Nihongo no Kuraabu SMK Al Huda dibentuk sejak tahun 2016.  Diprakarsai oleh Kepala Sekolah, Syaiful Mujab, M.M. sebagi bentuk apresiasi dari banyaknya peminat lulusan SMK Al Huda yang akan bekerja ke Jepang. Pembina ekstrakurikuler Japanese Club  saat ini adalah Bapak Hadista, S.Pd.

Ekstrakurikuler ini bertujuan agar siswa-siswi dapat mengenal hal-hal lebih jauh tentang Negeri Bunga Sakura dan menamabah wawasan mengenai bahasa asing ini. Para siswa dibimbing untuk berbicara dalam Bahasa Jepang, membaca dan menulis huruf Hiragana, Katakana, dan Kanji.  Siswa-siswi juga dikenalkan kebudayaan di Jepang seperti origami, yukata, makanan Jepang dan masih banyak kebudayaan lain yang menarik.

 

POLIMEDIA PERKUAT KOMPETENSI SISWA PRA-PKL

Jakarta, Ditjen Vokasi – Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) menyelenggarakan pelatihan berbasis produksi melalui teknik cetak offset yang diperuntukkan bagi siswa SMK yang akan melakukan praktik kerja lapangan (PKL).

 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat Polimedia yang diketuai oleh Yessy Yetra Situngkir. Menurut Yessy, pelatihan tersebut perlu dilakukan agar siswa SMK lebih siap dalam menghadapi PKL di industri.

 

“Pelatihan ini merupakan bagian dari pembinaan Polimedia kepada siswa SMK agar siap dalam melaksanakan PKL di dunia industri,” tutur Yessy.

 

Pelatihan yang didasarkan pengabdian masyarakat dan melibatkan dosen maupun mahasiswa Polimedia tersebut dibagi menjadi 3 bagian, yakni pra-cetak, cetak, serta pasca-cetak.

 

Dalam pelaksanaannya, Yessy menjelaskan bahwa siswa akan dilatih mulai dari persiapan cetak dalam menyiapkan bahan dan alat, penyetelan mesin, ukuran kertas, gramatur, penyetelan warna, register posisi, register warna, cetak coba, hingga cetak massal. Dengan begitu, Yessy berharap pelatihan tersebut dapat membekali siswa SMK memasuki masa PKL di dunia industri.

 

“Siswa kan diikutsertakan pelatihan dari awal, dikenalkan proses cetak dari awal. Jadi, harapannya hal itu bisa mempermudah siswa dalam melaksanakan PKL di industri,” imbuhnya.

 

Sebagai informasi, Polimedia sendiri merupakan politeknik yang sebelumnya terkenal sebagai Pusat Grafika Indonesia (Pusgrafin), sehingga memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kompeten sebagai pengajar atau instruktur. Hal itulah yang mendukung Polimedia menggelar pelatihan, di samping adanya fasilitas pendukung, seperti laboratorium maupun bengkel.

Sumber : https://vokasi.kemdikbud.go.id/read/polimedia-perkuat-kompetensi-siswa-pra-pkl