POLIMEDIA PERKUAT KOMPETENSI SISWA PRA-PKL

Jakarta, Ditjen Vokasi – Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) menyelenggarakan pelatihan berbasis produksi melalui teknik cetak offset yang diperuntukkan bagi siswa SMK yang akan melakukan praktik kerja lapangan (PKL).

 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat Polimedia yang diketuai oleh Yessy Yetra Situngkir. Menurut Yessy, pelatihan tersebut perlu dilakukan agar siswa SMK lebih siap dalam menghadapi PKL di industri.

 

“Pelatihan ini merupakan bagian dari pembinaan Polimedia kepada siswa SMK agar siap dalam melaksanakan PKL di dunia industri,” tutur Yessy.

 

Pelatihan yang didasarkan pengabdian masyarakat dan melibatkan dosen maupun mahasiswa Polimedia tersebut dibagi menjadi 3 bagian, yakni pra-cetak, cetak, serta pasca-cetak.

 

Dalam pelaksanaannya, Yessy menjelaskan bahwa siswa akan dilatih mulai dari persiapan cetak dalam menyiapkan bahan dan alat, penyetelan mesin, ukuran kertas, gramatur, penyetelan warna, register posisi, register warna, cetak coba, hingga cetak massal. Dengan begitu, Yessy berharap pelatihan tersebut dapat membekali siswa SMK memasuki masa PKL di dunia industri.

 

“Siswa kan diikutsertakan pelatihan dari awal, dikenalkan proses cetak dari awal. Jadi, harapannya hal itu bisa mempermudah siswa dalam melaksanakan PKL di industri,” imbuhnya.

 

Sebagai informasi, Polimedia sendiri merupakan politeknik yang sebelumnya terkenal sebagai Pusat Grafika Indonesia (Pusgrafin), sehingga memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kompeten sebagai pengajar atau instruktur. Hal itulah yang mendukung Polimedia menggelar pelatihan, di samping adanya fasilitas pendukung, seperti laboratorium maupun bengkel.

Sumber : https://vokasi.kemdikbud.go.id/read/polimedia-perkuat-kompetensi-siswa-pra-pkl

Sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) mengeluarkan kebijakan dalam pengembangan Kurikulum Merdeka yang diberikan kepada satuan pendidikan sebagai opsi tambahan dalam rangka melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Kebijakan Kemendikburistek terkait kurikulum nasional akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.

Merujuk pada kondisi dimana pandemi COVID-19 yang menyebabkan banyaknya kendala dalam proses pembelajaran di satuan Pendidikan yang memberikan dampak yang cukup signifikan. Kurikulum 2013 yang digunakan pada masa sebelum pandemi menjadi satu satuanya kurikulum yang digunakan satuan pendidikan dalam pembelajaran. Masa pandemi 2020 s.d. 2021 Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Darurat (Kur-2013 yang disederhanakan) menjadi rujukan kurikulum bagi satuan pendidikan. Masa pandemi 2021 s.d. 2022 Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, dan Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak (SP) dan SMK Pusat Keunggulan (PK).

Pada masa sebelum dan pandemi, Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum 2013 kemudian Kurikulum 2013 disederhanakan menjadi kurikulum darurat yang memberikan kemudahan bagi satuan pendidikan dalam mengelola pembelajaran jadi lebih mudah dengan substansi materi yang esensial. Kurikulum Merdeka di SP/SMK-PK menjadi angin segar dalam upaya perbaikan dan pemulihan pembelajaran yang diluncurkan pertama kali tahun 2021.

Pemulihan pembelajaran tahun 2022 s.d. 2024, Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan bahwa sekolah yang belum siap untuk menggunakan Kurikulum Merdeka masih dapat menggunakan Kurikulum 2013 sebagai dasar pengelolaan pembelajaran, begitu juga Kurikulum Darurat yang merupakan modifikasi dari Kurikulum 2013 masih dapat digunakan oleh satuan pendidikan tersebut. Kurikulum Merdeka sebagai opsi bagi semua satuan pendidikan yang di dalam proses pendataan merupakan satuan pendidikan yang siap melaksanakan Kurikulum Merdeka.

Tahun 2024 menjadi penentuan kebijakan kurikulum nasional berdasarkan evaluasi terhadap kurikulum pada masa pemulihan pembelajaran. Evaluasi ini menjadi acuan Kemendikburistek dalam mengambil kebijakan lanjutan pasca pemulihan pembelajaran.

Mari instal Platform Merdeka Mengajar pada gawai Android melalui tautan bit.ly/platformmerdekamengajar