SEP 2019 Pengenalan budaya Jepang di SMK Al-Huda Kedungwungu Anjatan | Yukata

 

Indramayu- Yukata merupakan pakaian tradisional Jepang yang dipakai pada saat santai di musim panas misalnya sewaktu melihat pesta kembang api, matsuri (ennichi), atau menari pada perayaan obon. Yukata juga menjadi salah satu pakaian khas jepang yang populer dikalangan pecinta bahasa Jepang.

Senin, 09 September SMK AL-huda Kedungwungu Anjatan mendapatkan kunjungan dari Prodi sastra Jepang STIBA INVADA dalam rangka pengenalan budaya Jepang Yukata. Sebelumnya juga telah dilakukan kunjungan ke SMAN 1 Cirebon untuk pengenalan budaya Shodou. Tentunya menjadi hal yang sangat menarik bagi siswa siswi SMK AL-Huda Anjatan yang dapat mempelajari budaya jepang langsung oleh Native.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas X, XI dan XII. Pada awal kegiatan, rombongan disambut dengan pengalungan 2 selendang batik yang menjadi ciri khas budaya Indonesia. Sanuki Yurina dan Yamashita Anna  Sensei selaku Guru Native yang berasal dari Jepang sangat senang ketika siswa siswi SMK Al-Huda Anjatan bersama sama menyanyikan lagu bahasa Jepang yang berjudul blue bird untuk menyambut kedatangan mereka, dilanjutkan dengan perkenalan dalam bahasa Jepang satu persatu.

Acara dilanjutkan dengan pengenalan budaya jepang Yukata oleh Sanuki Yurina yang diterjemahkan oleh mahasiswa STIBA INVADA tingkat III Dion vilcy Setiabudi. Yurina sensei bukan saja memperkenalkan tentang apa itu Yukata, tetapi juga memperkenalkan bagaimana cara menggunakannya dan dipakai untuk apa saja. Praktek pemakaian Yukata dipandu oleh Yamashita Anna yang didampingi oleh Riza Mawarni. Siswa siswi SMK Al-Huda diberi kesempatan untuk mencoba Yukata satu persatu. Siswa siswi terlihat sangat antusias bergantian mengenakan pakaian khas negeri sakura tersebut.

Kegiatan ini diapresiasi oleh kepala sekolah SMK Al-Huda Anjatan. Beliau berharap kegiatan ini bukan hanya dilakukan saat ini saja tetapi akan ada kegiatan kegiatan lain semacam ini agar dapat memberi motivasi siswa siswi dalam mempelajari bahasa Jepang.

“Saya berharap kegiatan pengenalan budaya seperti ini bisa sering diadakan, sehingga anak anak bisa banyak belajar bahasa Jepang dan budaya Jepang”, ujar beliau saat membuka acara

Sebagai sekolah tinggi ilmu bahasa asing satu satunya diwilayah III Cirebon, STIBA INVADA akan terus berupaya menjadi fasilitator bagi pembelajar bahasa Jepang baik siswa siswi mulai dari j enjang SMP, SMA, SMK dan MAN juga bagi sensei sensei yang mengajar bahasa Jepang di wilayah III Cirebon. Tidak dapat dipungkiri, bahasa Jepang merupakan bahasa yang wajib dikuasai selain Bahasa Inggris dan mandari pada era perdagangan bebas saat ini.

 

Sumber Artikel : Artikel ini telah tayang pada website https://stibainvada.ac.id/?p=733

JAPANESE CLUB – Nihongo no Kuraabu

Japanese atau yang disebut dengan Nihongo no Kuraabu adalah salah satu ekstrakurikuler yang bergerak di bidang budaya. Ekstrakurikuler ini menawarkan berbagai pembelajaran untuk anggotanya mulai dari bahasa, budaya serta hal-hal positif tentang Jepang yang dapat dipelajari untuk diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

 

Ekstrakurikuler Japanese Club (JC) / Nihongo no Kuraabu SMK Al Huda dibentuk sejak tahun 2016.  Diprakarsai oleh Kepala Sekolah, Syaiful Mujab, M.M. sebagi bentuk apresiasi dari banyaknya peminat lulusan SMK Al Huda yang akan bekerja ke Jepang. Pembina ekstrakurikuler Japanese Club  saat ini adalah Bapak Hadista, S.Pd.

Ekstrakurikuler ini bertujuan agar siswa-siswi dapat mengenal hal-hal lebih jauh tentang Negeri Bunga Sakura dan menamabah wawasan mengenai bahasa asing ini. Para siswa dibimbing untuk berbicara dalam Bahasa Jepang, membaca dan menulis huruf Hiragana, Katakana, dan Kanji.  Siswa-siswi juga dikenalkan kebudayaan di Jepang seperti origami, yukata, makanan Jepang dan masih banyak kebudayaan lain yang menarik.

 

Sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) mengeluarkan kebijakan dalam pengembangan Kurikulum Merdeka yang diberikan kepada satuan pendidikan sebagai opsi tambahan dalam rangka melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Kebijakan Kemendikburistek terkait kurikulum nasional akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.

Merujuk pada kondisi dimana pandemi COVID-19 yang menyebabkan banyaknya kendala dalam proses pembelajaran di satuan Pendidikan yang memberikan dampak yang cukup signifikan. Kurikulum 2013 yang digunakan pada masa sebelum pandemi menjadi satu satuanya kurikulum yang digunakan satuan pendidikan dalam pembelajaran. Masa pandemi 2020 s.d. 2021 Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Darurat (Kur-2013 yang disederhanakan) menjadi rujukan kurikulum bagi satuan pendidikan. Masa pandemi 2021 s.d. 2022 Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, dan Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak (SP) dan SMK Pusat Keunggulan (PK).

Pada masa sebelum dan pandemi, Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum 2013 kemudian Kurikulum 2013 disederhanakan menjadi kurikulum darurat yang memberikan kemudahan bagi satuan pendidikan dalam mengelola pembelajaran jadi lebih mudah dengan substansi materi yang esensial. Kurikulum Merdeka di SP/SMK-PK menjadi angin segar dalam upaya perbaikan dan pemulihan pembelajaran yang diluncurkan pertama kali tahun 2021.

Pemulihan pembelajaran tahun 2022 s.d. 2024, Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan bahwa sekolah yang belum siap untuk menggunakan Kurikulum Merdeka masih dapat menggunakan Kurikulum 2013 sebagai dasar pengelolaan pembelajaran, begitu juga Kurikulum Darurat yang merupakan modifikasi dari Kurikulum 2013 masih dapat digunakan oleh satuan pendidikan tersebut. Kurikulum Merdeka sebagai opsi bagi semua satuan pendidikan yang di dalam proses pendataan merupakan satuan pendidikan yang siap melaksanakan Kurikulum Merdeka.

Tahun 2024 menjadi penentuan kebijakan kurikulum nasional berdasarkan evaluasi terhadap kurikulum pada masa pemulihan pembelajaran. Evaluasi ini menjadi acuan Kemendikburistek dalam mengambil kebijakan lanjutan pasca pemulihan pembelajaran.

Mari instal Platform Merdeka Mengajar pada gawai Android melalui tautan bit.ly/platformmerdekamengajar